Latihan corat coret yang bermanfaat

Kerja Keras, Kerja Cerdas

Mungkin orang tua hingga guru sekolah kita pernah mengatakan jika ingin hidup sukses maka kita harus kerja keras. Mungkin kita juga sering mendengar beberapa trainer yang mengatakan kita harus kerja cerdas. Kerja keras atau kerja cerdas? Haruskah kita memilih salah satu diantaranya? Benarkah salah satu diantaranya lebih baik dari yang lainnya?

Secara sederhana kerja keras dapat didefinisikan sebagai usaha untuk mencapai sesuatu dengan pengorbanan (waktu, tenaga, pikiran, dan lain-lain) secara maksimal. Sedangkan kerja cerdas dapat diartikan sebagai usaha untuk mencapai sesuatu dengan melakukan pengorbanan seminimal mungkin untuk hasil yang sama atau mencapai hasil semaksimal mungkin dengan pengorbanan yang sama. Mungkin dengan kata lain dapat disebut sebagai efisiensi.

Tidak salah apabila ada yang mengatakan bahwa jika kita ingin sukses di dunia maka perlu kerja keras. Dalam dunia kerja misalnya, karyawan yang lebih rajin dan tekun akan lebih mudah untuk disukai atasannya dibandingkan karyawan yang biasa-biasa saja. Dalam dunia otomotif, pembalap yang lebih sering berlatih akan lebih berpeluang untuk menang dibandingkan dengan pembalap yang berlatih apa adanya. Dalam dunia pendidikan, mahasiswa yang lebih rajin dalam belajar dan mengerjakan tugas akan lebih berpeluang untuk memperoleh IPK yang tinggi.

Lalu apakah salah apabila ada yang mengatakan bahwa kita harus kerja cerdas jika ingin sukses? Orang yang lebih cerdas dalam mengatur waktu akan memiliki waktu luang lebih banyak sehingga dapat melakukan hal lain yang juga bermanfaat. Atlet lari jarak pendek (sprint) yang cerdas akan menyimpan energinya di awal lomba kemudian mengeluarkan seluruh energi yang tersisa menjelang garis finish. Tak jarang, orang-orang yang dapat berkerja secara cerdas dapat menjadi jalan manfaat bagi lebih banyak orang.

Orang yang bekerja secara cerdas dapat dianalogikan seperti pengungkit. Salah satu contoh pengungkit adalah dongkrak mobil. Dengan menggunakan dongkrak mobil, manusia dapat mengangkat mobil dengan energi yang relatif kecil. Mungkin seperti itulah orang yang bekerja secara cerdas, dapat menghasilkan sesuatu yang besar dengan pengorbanan seminimal mungkin.

Ternyata kerja keras dan kerja cerdas bukan merupakan hal yang saling bertolak belakang. Justru kerja keras dan kerja cerdas dapat saling sinergis. Atlet yang berlatih keras saja akan kalah dibandingkan dengan atlet yang berlatih dengan keras dan juga cerdas. Pengusaha yang hanya bekerja secara cerdas saja juga akan kalah dibandingkan dengan pengusaha yang bekerja dengan keras dan juga cerdas.

So, yuk kita kerja keras dan kerja cerdas! Dan tentunya juga kerja ikhlas.🙂

 

4 responses

  1. thanks tipsnya. Sangat bermanfaat.
    Kunjungi balik ya!

    10 Oktober 2010 pukul 09:20

  2. joko wahyono

    bagus juga mas artikelnya…tergantung juga sih jenis pekerjaan apa yang kita lakukan…!!
    jaman sekarang kerja cerdas memang yang sangat di anjurkan…kerja keras …Bosen mas…dari kecil uudah kerja keras capek…dan melelahkan

    10 Oktober 2010 pukul 18:49

  3. Iya yah, harus kerja ikhlas juga yak..😮

    22 Oktober 2010 pukul 16:51

  4. Vaxyplayday

    nalezy sprawdzic:)

    29 Januari 2011 pukul 22:39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s